Ch. 20 (HH)

2136 Kata

Fera menahan tawanya saat Gean bangkit dan pergi ke kamar. Gadis dengan dress coklatnya itu menyalakan kembali kompor di depannya sebelum tersenyum canggung pada Riana yang mendekat. Wanita itu menatap aneh putranya yang kini terlihat sedang kesal dan terus menggerutu. Riana tidak pernah melihat Gean sekesal itu—bahkan sampai menggerutu layaknya anak kecil. Karena biasanya, anak terakhirnya itu hanya akan diam dan pergi berlalu. Tapi kini, sikap Gean seolah menjadi anak kecil lagi. “Gean kenapa, Fer?” Tanya Riana yang masih belum paham dengan sikap anaknya yang tiba-tiba saja berubah drastis. Fera menjawab dengan gelengan pelan. Seolah apa yang terjadi pada Gean bukanlah kesalahannya. “Gak tau, Tante. Mau jatah makannya, tapi Fera bilang nanti. Sekalian aja,” jawab Fera yang sengaja me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN