Alvin dag-dig-dug menunggu jawaban Hana. Ia sudah dengan blak-blakan menyatakan perasaannya, kalau seandainya ditolak selesailah sudah semua. Alvin tidak akan punya muka untuk kembali berhadapan dengan gadis itu. Sesekali lelaki bermata sipit itu memainkan jari-jarinya saking gugupnya. "Kak, gimana?" Hana menyentuh bahu Alvin. Ditatapnya lekat lelaki itu. Helaan napas berat terdengar yang secara tidak langsung menyampaikan kalau apa yang akan didengar Alvin bukanlah kabar baik. "Vin, sorry. Untuk sekarang gue belum bisa." Alvin meneguk ludahnya. Tenggorokannya mendadak terasa kering. Tanpa berani menatap kakak kelasnya itu Alvin bertanya, "Ke... kenapa, Kak?" "Maaf, Vin, tapi gue cinta sama orang lain," ujar Hana dengan nada lirih. Selepas berucap demikian Hana berlalu dari hadapan Alv

