Elena dan Arlan tak ingin bergerak menjauh dari samping putra mereka. Tadi dokter menjelaskan, kalau Erland mengalami peradangan atau iritasi di bagian esofagus yang disebut esofagitis akibat seringnya esofagus bersentuhan dengan asam lambung. Awalnya Arlan tidak mengetahui apa pun, tapi akhirnya Elena mau menceritakan semuanya. Lega campur kasihan. Lega, karena ternyata muntah darah yang dialami Erland bukan karena kanker, melainkan karena adanya luka pada esofagus. Kasihan karena Erland akan semakin kesulitan makan. Mereka putar otak, memikirkan bagaimana caranya agar putranya bisa tetap makan tanpa harus merasa sakit. Erland begitu lelap tidur sepulang dari rumah sakit tadi, padahal inu sudah waktunya makan malam. Elena sampai tak tega untuk membangunkannya. "Bangunin aja, El. Udah wa

