Sepanjang jalan, Elena tak pernah kehilangan senyum. Ia baru saja melakukan USG, melihat kondisi janinnya. Reina yang berjalan di sampingnya pun terlihat sumringah setelah Elena memperlihatkan potret calon adiknya. Meskipun Elena yakin kalau Reina tidak sepenuhnya mengerti hasil USGnya tadi. Keduanya tengah berjalan menuju ruangan Erland. Cklek "Siang, A," Elena menyapa putranya yang asik menonton televisi. "Siang, Bunda." "Bunda naik... naik... mau sama Aa!" seru Reina seraya mengulurkan tangannya minta naik ke ranjang Erland. Elena menghela napas lelah. Reina sudah tumbuh semakin besar, jadi semakin berat pula bobotnya, "Jangan gangguin Aa, ya, Rei. Aa kasihan masih sakit tuh." Reina mengangguk patuh. Ia melempar asal sepatu yang dikenakannya ke lantai, kemudian mengusap-usap perut

