Erland berjalan dengan langkah pelan menuju halte yang tak jauh dari sekolah. Sang ayah sulit dihubungi, jadi ia terpaksa naik kendaraan umum, karena ingin pulang untuk segera mengistirahatkan tubuhnya. Laki-laki itu terlihat menyentuh bagian perutnya yang sudah terasa tidak nyaman sejak tadi. Semakin lama, Erland tak bisa menahan lagi gejolak di dalam perutnya. Ia menghentikan langkahnya, kemudian membungkuk tepat di depan sebuah saluran air lantas memuntahkan isi lambungnya di sana. Disaat yang bersamaan, mobil Bagas melintasinya. Namun beberapa meter dari tempat Erland membungkuk mobil itu berhenti. Bagas menyembulkan kepalanya, lantas berteriak "Hahaahaaa... baru disiram air aja udah tumbang!" Renata yang duduk di samping Bagas kontan melotot, "Gas, kamu apain dia lagi?" "Main-main

