Flashback on lanjutan.. Tak butuh waktu yang panjang bagi Dhafin untuk bisa kembali berada di perkarangan rumah milik calon mertuanya ini. Ia menghela napas dengan lirih. Jujur, kakinya tak sabar ingin segera melangkah ke dalam rumah itu tapi hatinya masih ragu. Berbagai tanya mulai menyusup dalam benaknya. Bagaimana kalau Kela menolak dirinya lagi? Bagaimana kalau ternyata Danar hanya menipunya? Tidak! Dhafin menggeleng dengan keras. Mana mungkin Danar berani melakukan itu? Maka, dengan hati yang sedikit demi sedikit dipenuhi oleh keyakinan, Dhafin mulai membawa langkahnya menuju daun pintu rumah calon mertuanya itu. Baru saja Dhafin berniat mengetuk pintu namun seseorang dari dalam sana sudah lebih dulu membukanya. Adalah wajah Klana yang pertama kali dilihat oleh Dhafin. "Wellcome

