Pernikahan Dhafin dan Kela telah usai beberapa jam yang lalu. Kini tinggal keluarga terdekat saja yang masih berada di kediaman keluarga Dhafin. "Mikirin apa sayang?" tangan Dhafin tiba-tiba melingkari pinggang Kela hingga ke perut. Kamar Dhafin menjadi kamar pengantin mereka. Kini dua sejoli itu sedang berada di dalam kamar mandi setelah pamit untuk membersihkan diri. Kela menggeliat, "apa ini saatnya?" diam-diam ia berpikir. Dhafin menghela napasnya dengan berat, "ditanya kok malah tambah melamun," ucapnya. Kela menatap bayangan dirinya dan Dhafin pada cermin. Dhafin terlihat lelah, begitupun dirinya. Tapi melihat gelagat Dhafin yang seperti ini, Kela yakin Dhafin akan segera meminta jatahnya sebagai suami dan Kela wajib memberikan itu. Ia jadi menggigit bibir dalamnya. Jujur saja, K

