Kela menatap wajah tenang laki-laki yang kini tengah tertidur lelap di sampingnya. Setelah kepulangan manusia yang menurut Dhafin adalah perusak ena-enanya, laki-laki itu mengajak Kela untuk mengurung diri di kamar. Kela sama sekali tidak menolak karena ia tahu Dhafin sudah terlalu bersabar sejak malam di mana Lili mulai merecoki malam pertama mereka. Ia menahan napas hanya karena teringat apa yang tadi mereka berdua lakukan. Disibaknya selimut putih yang membalut tubuhnya itu. Satu senyum muncul tanpa dapat ia tahan saat melihat beberapa tanda berwarna merah pada permukaan kulitnya. "Nggak apa-apa! Makin banyak tanda merahnya, makin seksi kamunya," tanggapan Dhafin saat tadi Kela protes karena ulahnya itu. Kembali Kela menatap wajah laki-laki itu. "Suami," bisiknya. Ada getaran syahdu

