Klana tertegun melihat kembalinya Kela yang begitu cepat. Ditambah lagi pemandangan wajahnya yang suram serta air mata yang mengalir saat dirinya sudah terduduk pada kursi di sebelahnya. "Kela??" nada suara yang Klana keluarkan menunjukan bahwa ia tengah menuntut penjelasan. Kela menggeleng menolak semua bayangan yang kembali berputar memenuhi otaknya. Laju air matanya pun tak pernah ingin berhenti barang sejenak. Teganya Dhafin melakukan itu padanya, ia tak habis pikir kenapa Dhafin melamarnya dulu kalau pada akhirnya Dhafin ingin kembali ke Anin. Dengan kasar Kela menyeka air matanya. "Bilang ke mama biar gue yang datang ke sana," ucapnya. Kerutan berlipat menghiasi kening Klana. "Maksud kamu?" tanyanya. "Gue batalin pernikahan ini!" jawaban Kela membuat mata Klana terbelalak. Klana

