Lili terisak setelah menerima surat dari Sukma. Iya, Sukma, asisten Kela. Hanya dia yang Kela beritahu semuanya, dan pada wanita itu juga Kela menitipkan tokonya. Meskipun Kela juga tidak lepas tangan begitu saja tapi ia telah mempercayakan tokonya pada Sukma. Kembali pada Lili. Wanita hamil itu merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Kela. Kalau bukan karena dirinya yang telah menjodohkan Kela pada Dhafin mungkin semua ini tidak akan terjadi. Dengan bodohnya ia mempercayakan Kela pada lelaki yang ternyata masih mencintai perempuan yang pernah menyakitinya itu. Lili tidak terima, ingin rasanya ia sesegera mungkin bertemu Dhafin dan mencakar-cakar sepupu yang paling ia sayangi itu. Sungguh, Lili tidak menyangka seorang Dhafin yang ia kenal tega melakukan itu pada sahabat baiknya. Lili

