Setelah kejadian kemarin, Dhafin sama sekali tidak merasa jera untuk kembali mencoba. Ia boleh saja menangis menyesali segalanya tapi Dhafin tidak bisa menyerah begitu saja. Kepercayaan Kela harus ia dapatkan kembali. "Sisa delapan hari!" ujar Dhafin mengingat hari pernikahan mereka. Astaga. Apa ia bisa? "Harus bisa!" Dhafin meyakinkan dirinya sendiri. Entah jurus seperti apa yang akan Dhafin gunakan untuk membujuk Kela hari ini. Tapi ia tetap optimis karena ia tahu Kela masih mencintainya. Dhafin hanya memikirkan betapa ia merugi kalau sampai ia tidak bisa meyakinkan Kela. Meskipun pertemuan mereka terkesan singkat tapi bagi Dhafin, Kela adalah tujuan terakhirnya. Dari dulu dia sudah berpikir begitu tapi sayang takdir sedang mempermainkan mereka. Sudah Dhafin katakan bukan? Kalau dia m

