Setelah Fabian mengantar gue pulang.. doi pun langsung kembali kerumahnya. Dia berjanji akan mencoba membujuk bonyoknya.. gue benar-benar merasa sedih sekaligus senang.. Sedih karna bonyok Fabian menolak gue cuma karna gue seorang Angelo.. senang karna Fabian mau memperjuangkan hubungan kami.. otak gue pun mampet lagi.. galau..!! Gue sebel... tiap kali gue merasa bahagia.. selalu saja ada hal buruk yang terjadi! Seolah-olah gue sedang dihukum.. seolah gue ga pantas mendapatkan kebahagiaan.. sebesar itukan dosa gue? Sekotor itukan darah yang mengalir ditubuh gue? Apakah Tuhan sedang menghukum gue atas kekejaman pendahulu gue? Apakah itu adil.. Galau-galau ga jelas.. guling-guling dikasur kesana kemari.. "argh.." teriak-teriak ga jelas... itulah yang sedang gue lakukan sekarang. Tiba-tib

