Saga tersenyum senang setelah mendapatkan helai rambut tersebut. Ia kemudian diam diam menyimpannya di dalam selembar tisu dan meremasnya. Tisu masuk ke dalam saku celananya. Tugasku terselesaikan, tinggal proses pengetesan. "Memang apa Tania dan Nadin ada rencana kembali ke Jakarta?" tanya Sadendra. "Aku belum tahu. Tania lebih intens berkomunikasi dengan Prabu. Tapi katanya dalam tahun ini akan kembali. Kondisi Nadin juga sudah membaik." terangnya. "Membaik bagaimana?" tanya Sadendra. "Maafkan aku bertanya, tapi maksudku, aku tidak tahu kondisinya apakah memang tubuhnya juga sakit atau bagaimana?" "Mmm.. Selain persoalan gangguan di wajahnya, Nadin juga menderita gangguan pendengaran dan kesulitan bicara. Itu salah satu yang menjadi alasanku dan Nadin sulit berkomunikasi. Tapi

