Tama langsung merah padam. Tapi, ia memutuskan untuk berani menghadapi perasaannya. "Aku menyukaimu," ucap Tama. Vya melongo. Mulutnya membuka. "Ka-karena?" Vya bingung. "Karena apa maksudmu?" Tama jadi ikut bingung. "Kamu menyukaiku? Karena apa?" Vya langsung tersadar. "Karena aku menyukaimu.." Tama menjawab apa adanya. "AH!" Vya langsung melotot. "Kamu prank aku? Jangan begitu." Ia lalu memukul pelan lengan Tama. "Siapa yang melakukan prank?" Tama jadi kesal sendiri. Setelah memberanikan diri mengungkapkan perasaannya, tapi.. Si Vya malah menyangkanya iseng? "Ka-kamu tidak iseng?" Vya memastikan. "Tidak. Aku serius," jawab Tama. Vya langsung menunduk. Ia meremas jari jemarinya, "Tapi kamu kan siapa, sedangkan aku siapa." Tama mengerutkan keningnya, "Aku siapa? Kamu

