Citta termenung. Ah, si Ravi harus bertanggung jawab! Kalau Jati meminta semuanya, aku harus mendapatkannya dari si Ravi. "Iya," Citta akhirnya menjawab. "Ada lelaki lain yang serius padaku dan berniat melamarku." "Kamu mengkhianatiku selama ini?" Jati bertanya dengan tegas. "A-aku bukan mengkhianati, tapi.. Dia datang dan memiliki niat serius. Aku.. Tidak bisa menolaknya karena mama yang meminta," ucap Citta berbohong. Ia sedikit takut takut melihat ekspresi Jati yang terlihat geram. "Orangtuanya, teman dekat mama." "Kamu memang luar biasa! Menjalani hubungan dengan seorang lelaki karena tidak bisa menolak?" Jati langsung kesal sendiri. "Mamamu harusnya mengerti kalau kamu mengatakan sudah memilikiku." "Atau.. Kamu tidak menceritakan apapun mengenaiku?" Jati tersadar. "A-aku.."

