"Jangan pergi ok?" Tama kembali bicara. Vya akhirnya mengangguk, "Aku diam di sini?" Tama tergelak, "Iya diam. Temani aku." Vya akhirnya tersenyum, "Asal kamu tahu, aku tidak betah diam berlama lama." Tama tiba tiba merangkul pinggang Vya, "Diam di sisiku." "Kamu sudah membalas ciumanku, tidak ada alasan untuk menolakku," Tama berbisik di telinga Vya. Vya langsung merah padam, "I-itu.. A-aku.." Ucapan Vya terputus karena Tama kembali mendekat dan memagut bibirnya. Secara otomatis, Vya melingkarkan kedua lengannya di leher Tama dan membalas ciumannya. Tama menarik tubuh Vya hingga semakin melekat erat di tubuhnya. Bibir mereka tak henti saling melekat. Kali ini tanpa gangguan.. *** Citta merasa tak enak hati karena hubungannya dengan Jati berakhir begitu saja. Belum lagi di

