BRUNCH

1611 Kata

"Brunch? Itu tawaran menggoda..." Vya pura pura berpikir keras. Padahal segala ajakan dan tawaran terkait makan sejujurnya akan dengan mudah menggoda hatinya. Si Tama bisa saja mengajakku makan terus. Bagaimana mungkin aku enak menolak? "Ayo!" Vya pun mengangguk. Tama menahan senyumnya. Sepertinya kelemahanmu memang makan. Kamu tidak akan bisa menolak ajakanku! Setibanya di restoran yang dimaksud, seperti biasa Tama memesan ruang private. "Aku sudah memesan dua set brunch," jelasnya. "Apa ok?" "Soal makanan, aku selalu ok. Tidak ada pantangan," Vya tersenyum. "Baguslah.." Tama ikut tersenyum. "Ok. Aku ingin bicara. Soal kejadian tadi.. Mmm.. Aku sudah melihat video nya. Perempuan itu sadiss.. Aku tidak akan membiarkannya lolos." "Dia tidak normal!" Tama geleng geleng kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN