"Ma-maafkan aku," Saga langsung berbalik. Arumi dengan cepat mengancingkan kemejanya, "Su-sudah.." Saga berdehem, "Ehm.. A-aku pikir karena dokter sudah keluar.. Ja-jadi..." Arumi menunduk malu, "Ti-tidak apa apa.." Saga kembali berdehem. Ia mencoba normal, "Ehm.. Kita pergi sekarang?" "Iya," Arumi mencoba turun dari bed rumah sakit. Saga mendekat dan membantunya. Kedua tangannya secara reflek merangkul pinggang Arumi, "Hati hati." "I-iya," Arumi menengadahkan kepalanya dan menatap mata Saga. Keduanya terdiam. Detak jantung Arumi dan juga Saga terus terpompa dengan kencang. Aliran darah seperti mengalir dengan deras dan membuat saraf saraf menegang. Saga mempererat rangkulan tangannya. Tubuh Arumi melekat erat di tubuhnya. Jari jemari Arumi meremas pelan kerah jas Saga.

