Tama tak sabar untuk mendiskusikan persoalan hasil tes DNA itu dengan papa, adiknya dan juga Saga. Tapi, ia menunda hingga bisa bertatap muka. Malam ini, akan aku ceritakan semuanya. Ia menatap ponselnya berulang kali karena berharap Kalya menghubunginya. Sore ini, sahabatnya itu mendarat di Jakarta. Tak sabar rasanya untuk bisa segera mendengar ceritanya. Selain itu, hal yang ia tunggu tunggu adalah sampel rambut Nadin dan juga Tante Tania. Setelah itu ia dapatkan, semuanya akan terang benderang. Fakta yang akan merubah hidup dua keluarga lainnya. Tapi ini harus dihadapi.. Trrr.. Trrr.. Trr... Ponselnya bergetar. Ia dengan cepat mengangkatnya. Ada telepon dari Kalya. Tama : "Sudah landing?" Kalya : "Baru saja. Beban berat di bahuku karena membawa sampel rambut ini." T

