Tama melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan Vya pulang. Sepanjang jalan ada chat tak henti dari Saga. Ingin rasanya one on one di ring tinju. Menyebalkan sekali! Menggodaku terus! Saga : Hubungan kalian berlanjut? Saga : Mukamu merah seperti kepiting rebus. Saga : Malu? Saga : Jelaskan padaku. Saga : Kamu mengantarkan dia pulang? Saga : Om Dika tahu? Saga : Aku akan cerita pada Disa. Tama mengepalkan tangannya. Ia tahu kalau isi pesan itu bukan sungguh sungguh mencari tahu, tapi Saga hanya ingin membuatnya kesal. Dan berhasil! Aku kesal! Sepanjang jalan, ia hanya bisa diam. Tama tak tahu juga harus bicara apa. "Kamu mengantarkanku bulak balik, mmm.. Tidak apa apa?" Vya bertanya. "Tidak masalah, bukan aku yang menyetir juga," Tama menjawab pendek. Vya tersenyum, "Tha

