Terlihat dari kejauhan, Villa sederhana dengan gerbang yang terbuka tanpa adanya penjagaan. Theo dan dua temannya memarkirkan mobil di luar gerbang agar tidak menaruh curiga. Mereka berjalan mengendap-endap untuk masuk ke dalam Villa itu. lampu ruangan di sana terlihat menyala, sedangkan di lantai duanya, ada satu lampu kamar yang menyala. Di dalam sana, terlihat bayangan seorang cowok tengah berada di atas ranjang. “The, lu ke lantai dua. Kita yang bakal urus lantai satu,” ujar Arde. “Oke.” “Bentar. Gue urus mobilnya dulu.” Samuel terlihat mendekati mobil yang terparkir di sana. Theo kembali berjalan mencari jalan untuk masuk ke dalam sana tanpa membuat keributan. Tetapi … suara teriakan Vivi membuat Theo semakin geram. Cowok itu tidak bisa lagi menahan dirinya. Theo memanjat dindin

