Adrian menyuruh Arabella yang duduk di belakangnya untuk menghubungi Viola melalui ponsel. Abel dengan sigap langsung menelpon Viola, tentunya ia dapat nomor Viola dari Max. Ponsel Viola bergetar, ia yang semula tertidur mengerjapkan matanya lalu mengangkat panggilan dari nomor asing dilayar ponselnya. "Halo ... siapa?" tanya Viola, masih bersandar pada kaca mobil di samping kirinya, di luar gelap tak ada penerangan sama sekali, yang ada hanya temaram sinar rembulan. "Vi ... lo jangan panik. Gue di belakang lo, jangan takut okey, jangan teriak. Kita semua di sini bakal lindungin lo sekeluarga, di luar banyak vampir yang ngepung mobil lo-" Viola refleks menutup mulut dan membelalakkan matanya, ia tak bisa berkata-kata. Lewat spion dalam mobil ia mengintip ke belakang, benar ada caha

