Mereka pergi dari sana membawa motor masing-masing, berhenti di sebuah kedai pilihan Viola. Mereka masuk ke dalamnya karena Viola mengajak Max makan bersama, tak mau menikmatinya sendirian. "Ayok, Max," ajak Vi menyeret tangan Max yang berjalan pelan. Max diam dan menurut, mereka memilih tempat yang menurutnya nyaman, setelah tahu akan duduk di mana mereka melangkah ke sana. Tempat itu lumayan ramai, didisain sesuai dengan jiwa muda karena si empunya berjualan makanan dan minuman khas anak muda. "Mbak!" teriak Viola melambaikan tangannya memanggil pelayan. Tak lama seorang perempuan datang menyerahkan lembaran menu pada mereka berdua. Viola menunjuk salah satu menu. "Mau ini nggak?" tanya Vi. "Itu apa? balas Max. "Seblak ini, mau gak? Pedes asli nampol." "Kamu suka?" "Iya,

