Pengganggu

1074 Kata

"Viii! Bangun!" teriak Revalin menyibak gorden di kamar putrinya. Teriakannya memekakkan telinga. Viola selalu gagal memejamkan matanya jika ibunya sudah berteriak kencang. Ia jengkel karena harus bangun agar ibunya tak teriak lagi membuat telinganya rusak. "Iya-iya, Ma." Viola duduk dengan terpaksa, masih memejamkan matanya karena sulit terbuka saking mengantuknya. "Sayang, SIM kamu udah jadi, hati-hati kalau bawa mobil, oke? Mama harus berangkat kerja, muaach." Kecupan singkat mendarat dikening Viola. Ia kembali meringkuk diranjangnya yang super empuk, sangat kontras dengan ranjang di rumah Neneknya. Namun, ia teringat setelah semenit merebahkan tubuhnya. "Aduh, jam berapa nih," ucapnya membuka mata melihat ke jam dinding yang terpajang didinding kamarnya. "Apa? Udah jam tujuh le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN