'Drrrrrrttttttt,' dering gawai Arga sangat panjang. Bergetar kuat juga "Arga" potong orang di seberang. "Gue sama Tirta ke kantor loe. Tirta masih on the way, gue udah hampir sampai, loe di mana?" Tanya Sean. Ya, orang itu adalah Sean. "Ngapain?" Akhirnya Arga menjawab, dia bahkan belum bangun dari tidurnya. Semalam mimpi itu datang lagi. Seolah benar-benar nyata. "Loe masih tidur?" Tanya Sean tak percaya, ketika melihat, jam di tangannya sudah menunjukkan pukul delapan pagi. "Ga, ini masih Kamis. Bukann weekend tumben banget loe bisa santai?" Tanya Sean tak percaya Benar-benar si Sean, batin Arga. Masa iya, dia ingat hari segala cuma buat mengingatkan kalau Arga harus ke kantor dan gak boleh malas-malasan kaya anak kecil. Apa-apaan ini. "Ngapain sih kalian ganggu gue mulu pagi-pa

