Aku Hana Sarasvati, nama yang indah kata orang-orang. Ibuku memberikan nama itu karena ayah mendapatkan sebuah Ilham katanya. Aku suka mendengar ibu bercerita tentang ayah. Ya, ayahku sudah tiada. Dia adalah seorang detektif polisi. Dan ayah bekerja sebagai pegawai negeri juga detektif swasta. Ibu selalu menceritakan sisi romantis ayah padaku. Aku kehilangan ayah ketika umurku baru menginjak satu tahun. Aku biasanya selalu mendengarkan dongeng dari ibu dan beberapa adalah dongeng tentang putri dan pangeran. Tapi bagiku, dongeng yang paling nyata adalah cerita tentang ibuku. "Hana, ayo sarapan dulu." Suara ibu mengagetkan ku pagi-pagi sekali. Aku bahkan sudah bangun, mandi dan akan bersiap ke sekolah. Umurku sudah enam belas tahun. Ini adalah hari pertama ku masuk sekolah setelah tiga hari

