"Rin" panggil suara itu, membuat Maudy tahu bahwa Rein pergi dengan wanita itu. Entah kenapa Maudy tidak menyukainya. Tidak, dia tidak suka Rein dalam artian pasangan tapi, untuk sahabat dan teman, dia bisa menjadi lelaki yang baik. Dia malah tidak suka Rein berteman dengan Sulis, seharusnya tapi kenapa dia harus tidak senang kan? Tidak ada masalah karena Rein lebih mengenal Sulis lebih dulu dari pada dirinya. Harusnya Maudy tidak masalah, bukannya malah cemburu. Cemburu? Dia tidak cemburu tapi sepertinya dia memang kurang suka aja sama Sulis. "Dy" Rein menyadarkan Maudy dari lamunan sejenaknya. "Ah, iya kamu sama Sul-is?" Maudy tidak bermaksud untuk mengeja nama Sulis, tapi Sulis malah mengernyit karena namanya dieja, padahalkan tidak ada masalah. Seolah Maudy, terlihat tidak suka s

