Arga berjalan tergesa menuju ruangan di kantornya. Dia sudah sampai di parkiran dan rasanya lama sekali untuk dia menginjakkan kaki di dalam ruangan itu. Tapi kembali dering gawai di kantongnya menghentikan niat baik untuk sampai di ruanganya yang besar itu. "Halo, di mana Se?" "Gue di cafe sebelah kantor loe. Gue lihat loe lari-larian banget" ujar Sean terkekeh. "ANJRIT," seru Arga keras. Untung saja, ini masih pagi para karyawan belum banyak lewat di parkiran. Kebetulan ini khusus para petinggi juga. Kalau tidak, bisa malu dia hanya karena Sean mengerjainya. "Kenapa loe gak ke ruangan gue?" Tanya Arga sambil berjalan. Sedikit berlari agar dia sampai di mana Sean berada. "Loe, ngerjain gue bilang udah di kantor?" Tanya Sean lagi. "Gak ah, gue emang udah nyampe tadi pas gue bicara

