"Ma," Maudy menyadarkan mamanya yang masih saja diam. "Ah, nak. Kamu tahu nama itu dari mana?" Tanya sang ibu, "Tapi, mama kenal kan?" Tanya Maudy, sedikit menuntut. Mama hanya bisa mengangguk pasrah. "Mama ceritakan tentang nya pada Maudy!" Pinta, seperti sebuah perintah secara halus. Ratih, menatap anak semata wayangnya itu dengan dalam, "apa pun yang mama ceritakan tidak pernah sengaja membuat kamu bersedih. Mama cerita yang sebenarnya" ujar sang ibu, membuat Maudy mengangguk. "Arga itu, kekasih kamu. Kamu dulu suka banget sama dia, mulai dari SMP kita pindah ke Bandung. Di akhir kelas tujuh. Dia sekolah di Bandung juga bersama neneknya. Dulu, dia masih di sini sebelum akhirnya pindah ke Jakarta." Ujar sang mama, melihat reaksi Maudy sepertinya dia belum ingat apapun. "Dia, anak b

