"Arga" panggil mamanya, "Ah, ya ma" "Kenapa buru-buru nak?" "Ada pekerjaan ma" jawabnya singkat. "Makan dulu, pekerjaan bisa ditunda nanti. Bukan papa mengajari enggak benar. Tapi, kerja buruh tenaga" kata papanya menepuk pundak Arga dari belakang dan memberikan sapaan indah pada istrinya. Memeluk dan mencium sebagai tanda ucapan selamat pagi. Di depan Arga kedua orang tuanya melakukan itu. Dasar, orang tua tidak peka batin Arga. Dia tidak cemburu hanya saja agak crangky ya, ketika anak sudah dewasa orang tua bermesraan tidak tahu tempat. Yang malu adalah anak, orang tuanya mah biasa saja. Dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Arga akhirnya melangkah kembali ke meja makan. "Makan saja! Perintah papanya "lagian, kamu disuruh cari pasangan sih gak mau. Akhirnya lihat mama - p

