Setelah pertemuan singkat atau bisa dibilang terjebak dengan teman-temannya. Dia pulang dengan banyak pikiran di kepalanya. Banyak hal yang dia pikirkan. Bahkan, kalau dipikir-pikir kepalanya yang kecil ini tidak akan sanggup menampung semua beban yang menumpuk. Tapi, inilah yang terjadi dia bisa menjalani lebih dari yang dibayangkan. "Sudah pulang nak? Kamu sudah makan, makan dulu" ujar mamanya, "Sudah tadi di kantor ma. Bareng Sean dan Tirta" ujar Arga "ma, Arga ke kamar dulu ya" katanya singkat. Mama nya melihat anak lelakinya itu sangat lemas dan sepertinya banyak masalah. Masalah apalagi yang datang, satu belum siap datang lagi satu. Dia saja lelah, bagaimana dengan anaknya itu. Menghela napasnya, dan melanjutkan ke dapur untuk membuat makanan nanti malam. Tidak berapa lama, setel

