"Ini, yank minyak kayu putih" ujar Fathur. Mereka sudah sampai di parkiran di mana mereka memarkirkan kendaraan beroda empat, karena parkiran untuk kendaraan beroda dua berbeda. Tempat ini lebih luas parkirannya. Khusus roda empat. Fathur meletakkan Maudy di kursi belakang. Nuril pun mengikuti duduk di belakang. "Kita jalan sekarang?" Tanya fathur. "Enggak usah dulu yank" jawab Nuril, "sebentar lagi aja" katanya sambil mengoleskan minyak kayu putih ke hidung dan kepala Maudy. "Yakin ini mau baw Maudy jalan-jalan lagi?" Tanya Fathur. "Yakin" ujar Nuril mengangguk "asal jangan ketahuan tante aja ya!" Ujar Nuril "Kamu bisa jaga rahasia kan?" Lanjutnya lagi. "Kayanya kamu deh yang bocor" sinis Fathur. Nuril hanya mencebik mendengar nada sinis kekasihnya itu. "Santai dong" ujar Nuril j

