Membuka sebuah kotak

1022 Kata

"Van, kenapa kita ada di sini sekarang?" Azis merasa heran akan sihir yang dimiliki Devan. Bahkan dirinya bisa menghilang dengan ajaibnya. Sungguh hal di luar nalar. "Ini hutan? Mau apa kita kemari?" Azis terus bertanya sebelum Devan menjawab atas rasa penasarannya. Namun, Devan masih diam dan terus berjalan. "Hei, apa kamu tidak mendengar ucapan ku, Van?" "Diamlah, dari tadi kamu itu terus mengoceh," ketusnya. Azis diam, dia sudah menyerah dengan semua ini. Pria itu hanya bisa mengikuti Devan kemanapun ia pergi, karena ini semua salahnya sendiri yang ingin terus mengikuti teman yang mengesalkan itu. 'Kalau tau begini ogah banget aku ikutin kamu, Van. Menyebalkan.' Langkah Azis terhenti saat ia melihat sebuah kerajaan yang teramat indah itu. Ia tak menyangka kalau di tengah h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN