Hari sudah gelap. Namun Devan belum juga sadar. Azis membawanya ke dalam gudang yang ia sebut sebagai markasnya dahulu. Pria itu begitu risau melihat Devan masih belum membuka matanya sampai semalam ini. Dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena di sana tidak ada satupun obat ataupun bahan untuk membuat Devan sadar. Azis hanya bisa menunggunya. Karena bosan, Azis berkeliling sebentar. Di tempat itu Azis menemukan sebuah lemari tua yang usang dan rupanya lemari itu tidak terkunci. Karena penasaran, Azis juga sedang memerlukan obat untuk menyadarkan Devan, dia berharap di dalam lemari usang itu ia menemukan bahan berbau agar bisa dihirup oleh Devan sendiri. Namun, ia malah melihat sebuah kotak dan kotak itu terkunci rapat. Azis tidak bisa membukanya. Devan merengkuh, ia mulai sadar deng

