Hanya dalam beberapa menit saja, Devan mampu mengalahkan puluhan orang berbadan besar. Sejenak Kota itu terasa hening, tak ada satu orang pun yang mengeluarkan suaranya, bahkan mulut mereka masih tidak bisa cakap seperti biasanya. Mereka semua melihat dengan mata kepala mereka masing masing bahwa penjahat yang selama ini meresahkan Kota sudah terkapar habis oleh seorang pria yang mereka anggap remeh. Lantas, semua pandangan itu mengarah ke Devan. Seorang gadis telah memeluk Devan dengan erat. "Terimakasih, terimakasih Anda sudah menyelamatkanku, Tuan." Devan tersenyum, membalas pelukan itu mengusap kepalanya dengan lembut. "Masa depanmu masih panjang, jangan lupa, jaga ibu dan adikmu dengan sebaik mungkin." Gadis itu mengangguk dengan masih berada di pelukan Devan. Semua orang kini

