"Bertemu lagi, Bum. Kali ini kau tidak akan bisa lari." Orang itu tertawa dengan tawa durjana. Mereka adalah orang perusak alam dan lingkungan. Raina telah siap dengan kuda-kudanya. Apa? Bahkan Devan tidak yakin gadis tomboy itu bisa bertarung. Hiiaatt Raina maju terlebih dahulu saat mereka menyerang. Kali ini Devan telah terdahului oleh seorang wanita. Memalukan. Devan terperanjat saat melihat Raina menendang orang itu hingga terpental. Apa tenaganya begitu kuat? Oh, My Girl. "Devan, siapkan dirimu. Bukan cuma diam dan melihat saja." Raina menggertak. Devan tersadar dari rasa tak percaya akan keahlian dari gadis tomboy itu. Bukan hanya tomboy, tapi gadis itu sangat kuat. Hmm Devan mengangguk, siap untuk melawan mereka semua. Ada puluhan orang di sana, Devan khawatir mereka

