"Kak,kenapa berhenti?" "Supaya Lisa ga sakit?" "Enggak sakit kok kak." "Lanjutin aja kak.Nyaman." "Oke Lis." Adrian kembali menggerakkan perlahan maju dan mundur pinggulnya.Reflek Lisa mengikuti gerakan itu,meski belum selincah Adrian tapi Lisa berusaha mengikuti irama yang dimainkan Adrian. "Aduh kak.Lisa seperti mau pips." "Gakpapa Liz,dikeluarkan aja." "Aahhhh... kakak...." "Serrr...." Adrian merasakan cairan yang keluar dari milik Lisa membasuh senjatanya.Kini gerakan maju mundur Adrian lebih leluasa. Berkat pelumas yang diberikan oleh Lisa sekarang rasa sesak itu menjadi sebuah sensasi yang semakin tinggi. Adrian memilin-milin puncak bukit kembar berujung kecil milik Lisa. "Aih,aih,aih..." "Enak banget kak." "Kakak jangan tinggalin Lisa ya." "Enggak Lis." "Emmmphhhh

