Zayyan segera mengamankan ponselnya ke dalam saku jasnya. Ara tersenyum tipis karena ia terlihat tidak nyaman. Ini sudah beberapa bulan lamanya Zayyan tidak bertemu dengannya. Memang tiada hari ia tanpa memikirkan Ara, tetapi bertemu mendadak seperti ini membuat Zayyan tidak siap. “Aku ingin mengajakmu makan. Sudah lama kan kita tidak bertemu dan mengobrol!” ucap Ara seperti tidak memiliki beban. Beda dengan Zayyan, ia sama sekali tidak bisa mengekspresikan dirinya bertemu dengan Ara seperti ini. “Aku tidak bisa janji. Aku benar-benar sedang sibuk,” jawab Zayyan. Sebenarnya dia ingin menghabiskan waktu bersama Ara, tetapi dia juga harus tahu diri sekarang. Ara sudah menjadi istri orang. “Kamu berubah sekarang Zayyan. Apa karena sekarang kamu sudah memiliki seorang kekasih, kamu berubah

