Bab 3 Dia kembali

1142 Kata
Selamat membaca "Mas Abraham! Kenapa bisa berlari dengan luka seperti ini sih? Ayo kita segera turun, sebentar lagi bakal hujan. Kita gak akan bisa keluar dari sini kalo sampai jalanan keluar ke desa terendam air." Anhar mengejar langkah lebar Abraham yang hendak menjemput sahabat nya dengan omelan panjang. "Tapi teman saya gimana pak? Deket lagi, itu di sana dia nungguin saya jemput." Tunjuk Abraham ke atas bukit yang saat ini hanya ada kegelapan malam menyelimuti hutan tersebut. Semua orang yang berada di sana saling melempar tatapan entah, dan sebagian lain merapalkan doa dalam hati masing masing. "Gak ada siapa siapa dari tadi mas. Cuma ada pohon pohonan saja sejauh mata memandang," ucap Bagas sang ketua tim SAR dengan tegas. Di antara rasa takut juga kengerian, atas apa yang Abraham alami selama berada dalam hutan ini. Membuat tengkuk mereka meremang seketika. Abraham terkekeh kecil sambil menahan rasa sakit di kedua kaki nya. "Bapak bapak kalo becanda jangan kelewatan, kita lagi gak ada tenaga buat di ajak becanda pak. Itu, di sana teman saya jelas jelas lagi nunggu saya jemput." Tunjuk Abraham sekali lagi ke arah yang sama. Seiring menghilang nya terpaan cahaya di balik tubuh Abelia, sosok cantik itu pun mulai raib perlahan dari pandangan nya. Abraham jelas panik. Ia ketakutan, tak rela dan tak akan pernah siap untuk menerima kenyataan yang selama beberapa hari ini coba ia sangkal. Namun sebuah bisikan menghentikan pergerakan nya. "Kamu sudah pulang Bram, jangan sia siakan kesempatan yang Tuhan berikan. Aku menyayangimu, dan rasa sayang itu telah menuntunku untuk membawamu pulang dalam keadaan yang utuh." Bisikan itu seolah terbawa angin. Menghilang bersamaan dengan menghilang nya sosok cantik yang terlihat menyunggingkan senyum terakhir kepada nya. Senyum perpisahan yang tampak seperti belati tajam menghunus jantung Abraham. Abraham meraung tak rela. Ia masih berharap apa yang ia lihat tidaklah nyata. "ABELIA!" Hoshh hoshhhh Deruan suara nafas Abraham menggema dalam ruang perawatan mewah yang selama dua minggu ini ia tempati. "Sayang!" Pekik Medina penuh kebahagiaan. Putra nya yang koma selama dua minggu ini telah terbangun kembali. "Mami?" Abraham tampak linglung dengan apa yang terjadi. Namun rasa sakit di kepala nya membuat Abraham merintih kesakitan. "Dokter!" Seru Medina panik melihat putra nya yang merintih sambil memegangi kepala nya yang masih di balut perban. "Sa...kiit..mi!" Rintih Abraham yang tak tahan lagi. "Ya sayang, mami tahu pasti sakit setelah menjalani operasi. Tahan sebentar ya..." Bisik Medina sambil memeluk tubuh putra nya memberikan ketenangan. Tak lama tim dokter datang dan langsung menangani Abraham. Tiga tahun telah terlewati. Abraham menjalani kehidupan yang berbeda pasca kejadian mistis yang ia alami ketika pendakian bersama teman teman nya. "Hari ini anda ada meeting bersama nona Gumilar Haston di restoran Atlantik pukul 1 siang." Abraham menggantungkan tangan nya saat mendengar nama itu. Nama yang sudah tiga tahun ini ia lupakan dari ingatan nya. Setidak nya telah coba ia hapus perlahan dari memori nya. "Ada berapa orang putri dalam keluarga Gumilar Haston?" Pertanyaan Abraham jelas membuat sang sekretaris merasa heran. Pasal nya pertemuan tersebut sama sekali tak ada hubungan nya dengan berapa jumlah anak dari kolega perusahaan mereka. "Seingat ku, keluarga Gumilar Haston hanya memiliki satu orang anak perempuan tuan. Nona Alesha Gumilar Haston." Jawab sang sekretaris membuat tubuh Abraham membeku seketika. Melihat gelagat tak biasa dari sang atasan membuat Yulia langsung bergerak cepat. "Minum obat anda tuan," pinta Yulia sambil mengeluarkan sebutir obat untuk sang atasan yang langsung di telan oleh Abraham dengan sekali telan. "Bagaimana bisa? Ini benar benar sulit untuk bisa di percaya. Alesha...dia kembali." Abraham terus bergumam dengan tubuh bergetar. Keringat dingin mengucur di seluruh tubuh nya membuat Yulia panik. Dengan cepat wanita itu menghubungi seseorang untuk segera datang ke sana. **************** "Apa yang sebenarnya terjadi Yulia? Kenapa putraku bisa sampai seperti ini?" Pertanyaan bernada dingin tersebut membuat kerongkongan Yulia terasa kering. "Aku hanya menyampaikan schedule pertemuan dengan perusahaan PT. Tunas Marga Jaya nyonya. Saat aku menyebutkan nama seorang klien yang akan melakukan pertemuan dengan taun Abraham, tiba tiba saja tuan menjadi seperti orang yang syok berat dan linglung. Lalu kejang kejang dan pingsan," terang Yulia pelan dengan kepala tertunduk. Ada rasa takut untuk menyampaikan kronologi kejadian yang membuat sang atasan berakhir di ruang perawatan rumah sakit. Yulia takut di salahkan. "Siapa nama klien tersebut, Yulia?" Tanya Medina masih dengan nada dingin dan penuh tuntutan. "Nona Alesha Gumilar Haston," jawan Yulia membuat Medina nyaris tersungkur. Beruntung sang asisten langsung bergerak cepat menopang tubuh sang nyonya. "Duduklah nyonya," ucap Arden sang asisten. Tak lupa ia memberikan segelas air untuk Medina yang langsung di sambut meski dengan tangan bergetar hebat. Seusai menengguk minuman yang di berikan oleh sang asisten, Medina kembali bersuara. "Kamu tak lupa bukan, bila wanita itu sudah tewas tiga tahun yang lalu?" Sang asisten mengangguk pelan tanpa sepatah kata. Terlalu sungkan rasa nya menambah situasi menjadi semakin mencekam. Sedangkan Yulia hanya bisa melotot penuh keterkejutan. Pantas saja Abraham bisa sampai mengalami syok berat. "Pantas saja tuan Abraham begitu syok setelah mendengar nama wanita itu. Tapi kenapa wanita itu bisa kembali, dan berhasil membuat tuan Abraham juga nyonya Medina tampak sangat terkejut ?" Rasa penasaran kini mulai bercokol di hati Yulia. "Bagaimana bisa wanita itu kembali setelah sekian tahun membuat putraku hidup dalam lembaran hitam setiap detik dalam hidup nya." Suara gemeluk gigi Medina terdengar syarat akan amarah yang tak tergambarkan. Hati ibu mana yang tak sakit melihat putra nya selalu di hantui mimpi buruk setiap malam. Abraham tak pernah benar benar hidup tenang pasca ia berhasil kembali dari pendakian. Pria itu hidup dengan menggantungkan ketenangan jiwa nya pada pil pil anti-depresan selama tiga tahun terakhir. Memori Medina di paksa untuk kembali mengulik kisah penuh aroma mistis yang putra nya ceritakan ketika sang anak telah pulih sepenuh nya. Abelia Naraya, gadis yang sangat ia kenali. Anak sahabat keluarga nya yang bahkan sampai menjadi roh pun, gadis itu terus berusaha menyelamatkan putra nya hingga berhasil di temukan oleh tim penyelamat. Tak terbayangkan bagaimana putra nya selama tiga hari penuh di temani oleh roh sang sahabat, yang tak rela bila putra nya ikut merasakan alam kematian yang mengerikan. "Batalkan semua bentuk kerjasama dengan perusahaan keluarga Gumilar. Berikan kompensasi dan bayar penalti penuh atas pembatalan kontrak kerja sama tersebut. Aku tak sudi putraku bersinggungan dengan wanita itu lagi." Perintah Medina tegas. Wanita itu tak rela bila putra nya kembali menjalin kedekatan dalam bentuk apapun dengan keluarga Gumilar. Apalagi wanita bernama Alesha yang di nyatakan menghilang namun ternyata sengaja memalsukan kematian nya sendiri. Semua orang tahu bila Alesha menjadi salah satu korban yang menghilang, dalam acara reunian bersama kelima sahabat juga kekasih nya ketika melakukan pendakian. Namun kini wanita itu tiba tiba kembali dan langsung mengirim putra nya ke ruang perawatan rumah sakit dalam keadaan syok dan terguncang. Jangan bosan baca notenya ya guys Pastikan kalian sudah menyimpan buku ini ke daftar pustaka. Karena setiap babnya author akan selalu setia mengingatkan meski kalian bosan membacanya hehee Semoga terhibur To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN