Selamat membaca Abelia tak dapat memejamkan kedua mata nya. Kejadian tadi siang di restoran masih mengusik pikiran nya. Terekam jelas ekspresi penuh emosional tergambar jelas si wajah kusut Abraham ketika ia tinggal pergi begitu saja. Terlebih saat Anderson menggandeng tangan nya ketika keluar dari restoran. Abraham pasti melihat mya dengan jelas dari balik jendela kaca restoran. Kraasshhh Abelia tersentak dari lamunan nya lalu mencari sumber suara. Namun di dalam kamar tersebut tak ada siapapun. Pandangan nya terarah ke pintu balkon. Meski di landa perasaan was was, Abelia tetap memberanikan diri untuk mengecek keluar balkon. Klek Dengan tangan berkeringat dingin, Abelia membuka handle pintu kaca tersebut. Di luar hawa dingin langsung menerpa kulit nya. Abelia! bangun lah.. Abel

