Jakarta tidak pernah benar-benar tidur. Ia hanya mengganti jenis kesadarannya. Siang hari kota ini berpura-pura tertib—rapat, janji, senyum profesional. Malam hari, topeng itu dilepas, digantikan oleh dengung mesin, lampu neon, dan keputusan-keputusan yang dibuat tanpa saksi. Elara menyukai malam. Ia berdiri di dalam ruang kerja kecil apartemennya, dikelilingi layar-layar mati. Sengaja mati. Ia tidak ingin sistem membaca pola aktivitasnya terlalu cepat. Ia belajar dari Arkana bahwa pengawasan terbaik adalah yang membuat target lupa bahwa ia sedang diawasi. Di hadapannya terbentang kertas-kertas cetak—sesuatu yang hampir kuno di dunia digital. Diagram alur. Catatan tangan. Potongan nama. Bukan daftar target. Melainkan peta hubungan. Arkana tidak berdiri sendiri. Ia selalu membungkus ke

