Bab 8

1941 Kata

Elara tidak langsung bergerak. Itu keputusan paling berbahaya yang bisa ia ambil—dan paling tepat. Kepanikan selalu membuat manusia bisa diprediksi. Arkana mengenal kepanikan Elara dengan sangat baik. Ia mengandalkan itu. Mengharapkan Elara bereaksi cepat, gegabah, emosional. Mengharapkan ia datang menyerbu, membuat kesalahan, membuka celah. Elara tidak memberinya itu. Ia duduk di kursi kayu ruang tamu Bayu yang kosong, menatap cangkir teh yang sudah dingin. Udara rumah itu terasa salah. Bukan karena ada kekerasan. Bukan karena ada perlawanan. Justru karena segalanya terlalu rapi. Tidak ada tanda paksaan. Tidak ada barang yang jatuh. Tidak ada kekacauan. Ini bukan penculikan. Ini relokasi. Dan itu bahasa Arkana. Ia menutup mata, membiarkan pikirannya bekerja dengan cara lama—nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN