Tidak semua orang muncul ke publik karena keberanian. Sebagian muncul karena mereka sudah tidak punya apa-apa lagi yang bisa dilindungi. Elara mengetahui itu saat bangun pagi dan melihat namanya—bukan disebut sebagai pelaku, bukan sebagai korban—melainkan sebagai penyebab. Judul artikel itu muncul di beberapa portal berita besar, dipasang dengan hati-hati agar terlihat netral, namun cukup tajam untuk melukai. “Mantan Peneliti Pertanyakan Program Pemulihan, Pasien Mengaku Merasa Diserang.” Elara membacanya perlahan. Tidak melewatkan satu kalimat pun. Ia membaca bukan untuk membantah, melainkan untuk memahami arah angin. Isi artikelnya tidak memfitnah. Itu yang membuatnya berbahaya. Seorang perempuan—usia akhir tiga puluhan—muncul dengan nama samaran. Wajahnya diburamkan. Suaranya diu

