Bab 22

1710 Kata

KEHADIRAN YANG MENYAMAR** Black Root tidak lagi bertanya. Ia mulai menemani. Perubahan itu tidak datang sebagai pesan, perintah, atau notifikasi. Ia datang sebagai kesenyapan yang tidak kosong—seperti ruangan yang tiba-tiba terasa lebih kecil karena ada seseorang berdiri di sudutnya, tak terlihat, tapi diperhitungkan. Elara merasakannya ketika fajar merayap masuk melalui celah kawat jendela. Cahaya pucat menyentuh lantai semen, membelah bayangan menjadi garis-garis tipis. Udara dingin menusuk tulang, membawa bau asin pelabuhan yang belum sepenuhnya tidur. Ia terbangun sebelum alarm apa pun. Bukan karena mimpi buruk. Bukan karena suara. Melainkan karena ketepatan. Tubuhnya bangun tepat pada saat ritme biologis paling efisien—tidak terlalu lelah, tidak terlalu segar. Seolah ada tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN