Bab 67: Kunjungan Pertama

1792 Kata

“Kamu akan terus menggandengku seperti ini?” Barra melirik lengannya yang dipegang erat oleh Zaina. “Biar saja. Sudah lama aku enggak ketemu Kakak. Paling juga sebentar lagi Kakak bakal balik. Aku harus nempel sama Kakak sampai Kakak pulang.” Bukan melepas tangan Barra, Zaina malah semakin mengeratkan pegangannya. Barra hanya bisa menghela napas dan membiarkan gadis itu melakukan apa pun yang diinginkan. Dia sudah menerima lirikan tajam Khafi sepanjang hari karena Zaina terus menempel padanya. Setelah berada di rumah Hilya, dia akhirnya bebas. Barra sudah mengingatkan Zaina agar tidak bertindak berlebihan di depan Khafi. Namun, bukan Zaina namanya kalau dia bisa menurutinya dengan mudah. Gadis itu bahkan berani membalas tatapan sang kakak dan membuat Barra menjadi tersangka karena menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN