one hundred-thirteen !

1552 Kata

Vinny bersandar malas, selonjoran di sofa ruang tengah. Matanya menatap kosong acara tivi –acara komedi –yang meski ia tonton dengan seksama, tak mampu membuatnya tertawa. Ia mengenakan kaus pendek, juga celana gombrong sekena dan senyamannya saja. Di depan lututnya, terdapat sebuah meja dengan sekotak pizza di atasnya. Kotak pizza itu terbuka, dan isinya sudah dimakan beberapa potong. Sedang mulutnya mengunyah sepotong kecil dan tangannya memegang potongan yang besar. Gadis pucat itu mengunyah pelan sekali, seperti sedang memamah biak. Dalam lamunan kosongnya, seorang wanita tua lewat di ruang tengah. “Non Vinny,” panggilnya penuh sayang, “Beneran nggak mau makan nasi?” Vinny tersenyum tipis seraya menggeleng. “Nggak, Bi.” Bi Yati tampak bimbang dan gelisah. “Lah, tapi gimana kalo na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN