one hundred and twelve !

2032 Kata

Vinny, Marcus, dan Ronald cukup lama duduk- duduk menunggu Rara and the gang kembali dari tempat makan. Matahari mulai meninggi, sedang sinarnya mulai menerangi seluruh sisi- sisi kampus. Samar- samar dari aula utama, Ronald bisa mendengar musik tradisional yang memainkan hymne kampusnya dan mars mahasiswa. “Baru mulai ya,” gerutu Ronald. Vinny dan Marcus malas menanggapi, sebab mereka juga mulai merasa kegerahan dan capek. Ronald berkali- kali melirik jam tangannya, lalu bergumam soal Rara yang belum kunjung kembali. Ia capek duduk terpaku di situ, dan jika ia bisa memilih ia akan tidur- tiduran dulu di ruang ngumpul BEM. Vinny bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah deretan ruang para wakil dekan yang agak teduh. Ia mengibas- ngibas bangku di depan ruangan itu, lalu duduk dengan nya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN