Ronald menampakkan senyum komplit beserta giginya. Ia merentangkan tangan lalu bersorak, “Lulus!” Sontak satu kata itu membuat Emak dan Babe sanggup mendorong para mahasiswa ringkih yang mengerubungi anaknya yang Keriting. Keduanya mendekat, lalu Emak mencium pipi Ronald –sedangkan Babe mengkili- kili ubun- ubun Ronald dengan batu akik. “Alhamdulillaah! Anak kita, Mi!” “Iya, Pi! Nggak nyangka akhirnya si Bujang bisa banggain keluarga juga!” Tidak ada yang protes untuk bagian drama keluarga yang satu itu –bahkan Ronald Keriting sekalipun. Dan dalam menit- menit selanjutnya serbuan ucapan selamat beserta bingkisan menghujani Ronald. Si Keriting menyapa semua temannya dengan wajah sumringah –mulai dari anak Cowo Kece, konco akuntansinya Ugi dan Marcus, kemudian Vinny. Masing- masing ia p

