Ronald memang menepati janjinya sebagai lelaki sejati. Ia datang pagi- pagi ke rumah Vinny di hari Sabtu, dengan motor Babe (setelah memohon- mohon dan menjanjikan Babenya bakwan dan tahu goreng sepulang dari Theme Park). Setelah mematikan mesin motor, ia minta izin masuk dari satpam penjaga di rumah Vinny. “Mas mau kencan sama Non Vinny, ya?” celetuk salah satu dari mereka. “Sekalian nembak juga?” tanya yang lain. “Non Vinny baru kali ini bilang mau pergi sama cowok lho, Mas!” Mata Ronald berkunang- kunang. Sepertinya seisi rumah Vinny sudah tahu tentang mereka yang akan theme park, bahkan satpam sekalipun. Ronald masih belum sempat menjawab karena terpana, malah satpam yang pertama tadi sudah duluan memotong. “Dari wajah- wajahnya sih, iya nih! Sukses ya, Mas!” Ronald kehilangan kata

