Jika Angel pernah bilang kalau Ronald payah dalam soal pedekate, maka hari ini Ronald harus secara jujur mengakui hal itu. Dia tidak menyangka bahwa Vinny akan berurai air mata seusai perdebatan panás mereka tadi, dan ia benar- benar harus bingung harus melakukan apa. Ditambah lagi tatapan Mba Ning yang tadinya ganas dan buas –tiba- tiba berubah menjadi senyum menyeringai yang mengerikan seperti nenek penyihir. Dia sepertinya senang sekali melihat Vinny –gadis yang telah mengambil target operasinya bertahun- tahun ini –menangis bingung dalam rangkulan sang target. Untunglah tak banyak orang yang berada di sekitar situ, sebab mahasiswa masih tertahan di aula oleh kuliah umum. Dan kesenangan pribadi menonton hal ini bagi Mba Ning membuatnya memberi sedikit diskon untuk batagor Ronald dan Vin

